Ini Alasan Tentang Cara Melamar Kerja Bisa Sampai Dibenak Staf HRD dan Bakal Diperhitungkan!

shares |



Permasalahan tentang cara berpakaian oleh sebagaian besar pelamar kerja biasanya dialami para fresh graduate. Pasalnya, dari yang sebelumnya sering gaya berpakaian santai semasa masih kuliah, mereka diharuskan bisa bertransformasi dan memakai pakaian resmi. Bagaimana penampilan Kamu menjadi dasar bagi orang lain untuk membentuk sebagai gambaran diri dari sudut pandang mereka, Dan yang menjadi first impression biasanya terjadi dalam waktu beberapa detik pertama perjumpaan.

Pada intinya, apa yang Kamu pakai bisa berujung dengan tidak diperhatikan orang lain. Sangat besar peluangnya jika penampilan yang tepat ditunjang dengan kinerja yang baik dapat membawa seseorang pada promosi. Sebaliknya, orang yang berpakaian alakadarnya atau semaunya sendiri, justru memunculkan kesan bahwa dia tidak siap untuk memainkan perannya sebagai karyawan secara keseluruhan. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah, akan tetapi perusahaan tentunya tidak merekrut Kamu sebagai individu. Mereka merekrut orang-orang yang cocok dengan budaya dan nilai perusahaan, jadi lebih mempresentasikan identitas perusahaan tersebut.

Pada akhirnya, setiap kandidat mesti belajar menyesuaikan diri termasuk cara berpakaian. Nah, agar mempermudahnya Kamu bisa mempelajari budaya perusahaan tersebut. Bukan tidak mungkin bila ada kandidat bahwa dengan kualifikasi yang sama, seorang staf rekrutmen bisa saja memilih salah satu dari kandidat yang berpakaian paling baik. So, tidak berlebihan bila dikatakan karir bisa berawal dari apa yang Kamu pakai.
Cara melirik kandidat fresh graduates dari kacamata Staf rekruter

Apa saja yang sudah Kamu selesaikan?

Sudah menjadi  rahasia umum kalau biaya kuliah yang mahal membuat para mahasiswa lebih memilih dan mementingkan menyelesaikan urusan akademisnya agar cepat dapat ijasah. Sehingga membuat mereka mengesampingkan kegiatan yang bisa menunjang karirnya dimasa depan seperti magang di perusahaan ataupun menjadi pekerja sukarela sebagai pengalaman kerja.

Minimnya pengalaman kerja bukan berarti membuat para fresh graduates menjadi tidak menonjol. Kamu bisa melihat dari apa yang pernah capai dan Kamu selesaikan selama menjadi mahasiswa. Tentu saja bilamana seseorang yang mampu menyelesaikan sesuatu artinya konsisten dengan apa yang telah dikerjakan dan dianggap memiliki motivasi yang tinggi.  Hal ini menunjukkan bilamana Kamu menyelesaikan satu hal yang sifatnya personal walau tidak berhubungan dengan kehidupan kerja (Misal, pernah ikut kontes band), bisa dianggap menjadi salah satu indikator bahwa Kamu dapat dipercaya juga tidak hanya sekedar mengikuti arus.

Apakah Kamu aktif di media sosial?

Perlu diingat, jangan remehkan akun media sosial Kamu. Nyatanya bahwa sebagian besar rekruter akan mengecek media sosial calon pekerjanya. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan mencari tahu apakah calon pekerjanya berpotensi ataupun tidak berpotensi untuk bekerja di perusahaannya. Sepatutnnya kita lebih cerdas dalam memilih apa yang akan di post dalam status di media sosial.

Baca juga : Begini Kriteria Kandidat Karyawan Paling Dicari Perusahaan yang Bikin Kamu Mesti Berpikir Ulang

Jika Kamu lebih kreatif dalam membuat pencitraan mereka di media sosial, salah satu manfaatnya akan menarik perhatian perusahaan. Sebaiknya cek kembali media sosial Kamu, karena mereka akan melihat apakah Kamu mempunyai selera humor yang baik, memiliki semangat untuk tetap maju hingga mereka ingin mengetahui apakah Kamu mempunyai nilai-nilai yang dianut perusahaan ataukah tidak.

Apakah Kamu dapat bangkit setelah menghadapi situasi sulit?

Ketika dihadapkan oleh situasi yang sulit, bagaimana respon pelamar? Perlu Kamu ketahui bahwa tidak semua pengalaman yang dimiliki setiap mahasiswa itu sama. Calon yang perlu Anda pertimbangkan adalah mereka yang telah menghadapi banyak tantangan. Misalnya seperti bekerja sambil kuliah, bangkit dari semester yang buruk karena terlalu aktif berorganisasi ataupun membiayai kuliah mereka sendiri. Perhatikan mereka yang menunjukkan tekad dan komitmen.
Prinsip menggaet kandidat yang tepat menurut Rekruter

Merekrut kandidat baru membutuhkan banyak biaya terlebih jika semua biaya yang dikeluarkan menjadi sia-sia, belum lagi banyaknya waktu yang terbuang.

Melihat reaksi kandidat

Biasanya mereka menginginkan ernyataan seputar integritas, produktivitas dan sejenisnya akan berakhir secara open-ended. Proses wawancara merupakan kesempatan bagi Rekruter untuk melihat kandidat lebih dekat. Tidak hanya sekedar memastikan apa yang Kamu tuliskan dalam CV lamaran kerja benar, namun juga bagaimana Kamu bisa bereaksi secara spontan.

Lazimnya mereka akan memberikan pertanyaan berdasarkan sudut pandang kandidat dan meilhat bagaimana reaksi Kamu. Kuncinya ternyata bukan Kamu mampu melahap setiap pertanyaan dan mampu menjawabnya melainkan kandidat yang baik, pada akhirnya akan mencapai satu titik dia tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pewawancara tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang Kamu memiliki ternyata mempunyai batasan. Kepercayaan diri yang berlebihan pun terkadang bisa menjadi faktor yang penting pula, bukan?

Core values (Nilai Inti)

Core values yang dimiliki perusahaan adalah modal utama dalam merekrut kandidat. Mencari kandidat yang sesuai dengan core values perusahaan adalah kewajiban. Kandidat dengan pengalaman yang sedikit namun memahami core values perusahaan layak diprioritaskan dibanding mereka yang memiliki banyak pengalaman namun ada masalah dengan core values perusahaan.

Rekruter bisa mencari hal yang tidak ada di CV lamaran kerja

Proses wawancara merupakan proses mengenal kandidat lebih dalam. Tak ayal rekruter tidak hanya sekedar mengecek apa yang telah Kamu tulis dalam CV lamaran kerja ataupun tidak hanya sekedar mengisi lembar wawancara yang menjadi tugas mereka. Mereka selalu berusaha membangun hubungan yang baik dengan kandidat dalam waktu yang singkat tersebut.

Baca juga : Cara Dapatkan Undangan Wawancara dan Panggilan Kerja Kurang Dari 30 Hari Biar Nggak Cuma Ngarep Selangit!

Dari bahasan di atas, semoga cukup membantu dan bisa menambah pengetahuan Kamu dalam cara melamar kerja yang baik. Semoga berhasil.
http://tipskarir.com/ini-alasan-tentang-cara-melamar-kerja-bisa-sampai-dibenak-staf-hrd-dan-bakal-diperhitungkan/#.V9vkxVKz6Sr

Nama; Rizky Maulida
Kelas: AP04

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar