Jurus Jitu Menyelesaikan Skripsi Dengan Cepat

shares |




Semua mahasiswa kenal makhluk alien ini. Namanya skripsi. Dia harus dihadapi agar mahasiswa dikatakan sebagai siswa yang sempurna. Sudah ribuan mahasiswa yang berhasil menghadapi dan mengalahkannya. Namun banyak juga yang tersesat dan kehilangan arahSelain pertanyaan "kapan menikah?"salah satu pertanyaan lain yang sering kali dilontarkan sanak keluarga kepada beberapa dari kita yang masih kuliah ialah “kapan lulus?”. Bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang menyelesaikan skripsi, pertanyaan semacam ini terkadang terasa sensitif untuk dibahas. Siapa yang tidak ingin cepat lulus? Sebagai mahasiswa, kelulusan dan wisuda merupakan impian yang dinanti-nanti. Namun seringkali harapan ini terhalangi dengan skripsi yang tak juga kunjung selesai. Bagaimana caranya untuk menyelesaikan skripsi dengan tepat dan cepat agar hati terasa ‘plong’? Beberapa saran berikut mungkin berguna bagi Anda.
1. Jangan menunda untuk memulai
Langkah awal dari menyelesaikan sebuah skripsi adalah dengan memulainya. Memulai sesuatu merupakan bagian tersulit dari sebuah pekerjaan karena membutuhkan niat dan motivasi yang besar. Namun, apabila kita terus menunda-nunda mengawali pengerjaan skripsi, maka skripsi kita pun tentu tidak akan pernah berkembang, apalagi selesai. Memulai skripsi bisa jadi terasa berat, namun bayangkan betapa lebih beratnya beban mental di hati kita apabila kelulusan tertunda akibat skripsi yang tidak kunjung selesai.
2. Buatlah target
Berbeda dengan tugas-tugas kuliah lain yang memiliki tenggat waktu dalam hitungan hari, biasanya skripsi memiliki waktu pengerjaan yang cukup lama, yaitu sekitar satu atau dua semester. Dengan banyaknya waktu yang tersedia, terkadang kita terbawa suasana santai karena tidak merasa dikejar-kejar deadline. Inilah gunanya membuat target. Tanpa adanya target, kita akan terlena dengan banyaknya waktu yang (seakan-akan) kita punya. Hal ini dapat berujung pada pengerjaan skripsi yang terburu-buru di minggu-minggu terakhir, atau lebih buruk lagi, skripsi yang tidak selesai pada waktunya. Buatlah sebuah target yang realistis dan tempel di kamar tidur agar menjadi pengingat bagi Anda setiap hari.
3. Seringlah bertemu dosen pembimbing
Bertemu dosen pembimbing seringkali terasa menyeramkan (bagi saya pribadi). Berbagai pertanyaan “menjebak” dan kritikan akan dilontarkan oleh sang dosen, khususnya saat skripsi kita dirasanya belum matang dan mendalam. Namun inilah pentingnya bertemu dengan dosen pembimbing. Selain untuk mendapatkan berbagai kritikan dan masukan yang membangun, kita juga dapat berdiskusi dan menambah wawasan mengenai skripsi yang sedang kita kerjakan.
4. Terapkan prinsip “kerjakan satu hari sekali”
Saat mengerjakan skripsi beberapa waktu yang lalu, saya memegang teguh satu prinsip: mengerjakan skripsi haruslah seperti mandi, yaitu minimal sehari satu kali. Mengapa? Karena apabila kita terbiasa untuk meninggalkan skripsi lebih dari satu hari, kita akan merasa semakin malas untuk memulai mengerjakannya kembali.
Dengan membiasakan diri mengerjakan skripsi minimal satu hari sekali selama kurang lebih satu jam, motivasi untuk menyelesaikan skripsi akan tetap terjaga. Prinsip ini juga akan membantu kita dalam mencicil beban skripsi, sehingga tanpa terasa lembaran skripsi kita sudah bertambah banyak setiap hari. Ingatlah peribahasa, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.”
5. Sempatkan diri untuk refreshing
Untuk dapat mengetik puluhan lembaran skripsi, dibutuhkan pikiran yang terbuka dan tenang agar kita mendapatkan banyak inspirasi. Oleh karena itu, penting untuk menyempatkan diri melepas penat dan refreshing agar otak kita rileks dan ide-ide mengalir dengan lancar.
Apabila pikiran Anda mulai terasa jenuh atau terbebani berlebihan akibat mengerjakan skripsi, sempatkan diri untuk melakukan hobi yang Anda sukai atau menonton bioskop bersama sahabat untuk melepas penat sehingga setelahnya Anda dapat kembali berkutat dengan buku-buku dan berhadapan dengan komputer dalam keadaan segar.
6. Tidak perlu takut. Skripsi hanyalah salah satu bagian kecil dalam kehidupanmu.
Nggak semestinya skripsi mengacaukan mentalmu. Karena ia hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kehidupanmu. Sama seperti mantan, skripsi akan menjadi masa lalu. Berpuluh tahun kamu akan melupakan perjuangan mengerjakan skripsi. Akan ada banyak fase kehidupan yang lebih berat daripada skripsi.
Meskipun bagian kecil, tapi keberadaannya bukan untuk diremehkan. Karena kenangan bahagia masa lalu pun kadang bisa bikin khilaf buat ngajak balikan mantan. Maka dari itu, fase kecil semacam skripsi ini sebetulnya merupakan pintu untuk melalui fase besar. Keberhasilanmu melewati fase kecil merupakan pertanda bahwa kamu siap menghadapi fase kehidupan yang lebih besar. Kerjakan dan selesaikan!
sekian beberapa Tips cepat menyelesaikan Skripsi, semoga dapat bermanfaat untuk kalian yang akan segera melaksanakan skripsi. Intinya kerjakan semaksimal mungkin, tunjukan kemampuan yang kamu punya, percaya pada diri sendiri, jangan menyerah dan terus mencoba! 
dan 

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar