10 tips jitu menghadapi dunia kerja

shares |


Banyak orang bilang saat sudah memasuki dunia kerja nanti kita tak akan bisa lagi mempertahankan idealisme. Apalagi jika kita bekerja di perusahaan yang memang sudah memiliki SOP tertentu yang tak bisa dilanggar. Lalu bagaimana jika idealismemu begitu kuat dan kamu ingin tetap bisa bertahan di perusahaan tempatmu bekerja sekarang?


1 hargai pendapat orang lain

Jika ingin dihargai maka kamu harus menghargai pendapat orang lain terlebih dahulu. Berikan apresiasi pada setiap pendapat yang menurutmu bagus dan tak perlu nyinyir pada pendapat yang menurutmu kurang tepat. Bagaimanapun, utamakan respect terlebih dulu dibandingkan menunjukkan idealismemu itu.

2. ungkapan ide pertama kali

Saat ada kesempatan untuk mengungkapkan ide, maka jadilah orang pertama yang mengungkapkannya. Ide pertama yang muncul biasanya akan menjadi dasar berpikir untuk ide-ide selanjutnya. Jadi jadikan ini setiap kesempatan untuk mengungkapkan pendapat pertama kali dengan rasa percaya diri.
3 tampil semeyakinkan mungkin
Ide apapun yang kamu sampaikan harus sistematis dan konsisten agar mudah diterima oleh orang lain. Tanpa unsur paksaan jika ide itu mudah dicerna, orang lain akan mengikutimu dan artinya idealismu bisa dipertahankan. Jangan sampai ada satu kalimat pun yang meragukan dari pernyataanmu agar orang lain setuju.
4 tanggapin dgn ya

Ketika ada sanggahan jangan buru-buru membantah ulang dan berkata tidak. Katakan "ya" saja dulu dan membiarkan mereka menyanggah idemu, setelah keadaan cukup  bisa dikendalikan barulah berikan respon positif yang tak merendahkannya tapi memenangkanmu. Butuh latihan untuk melakukan hal-hal seperti ini.

5 dekati pimpinanmu

Cara paling mudah untuk meloloskan ide dalam sebuah kerja tim adalah dengan mempengaruhi pemimpinnya. Nah, karena itulah dekati pemimpinmu dan ajukan ide itu secara personal, berikan argumen-argumen positif yang bisa mempengaruhinya. Membujuk satu orang akan lebih mudah dibandingkan membujuk sekelompok orang

6 perlihatkan kamu realitis  bukan idealis

Jangan tunjukkan idealismemu terlalu kuat, perlihatkan saja kalau kamu realistis. Ada sebuah ide yang muncul karena ada alasan dibalik munculnya ide itu, sesederhana itu saja yang disebut realistis. Orang-orang akan lebih mudah menerima jika yang kamu ungkapkan adalah sebuah fakta yang memang begitu adanya.

7 tunjukan keuntungan dari idemu

Sebelum mengungkapkan idemu sebaiknya kamu mendaftar apa saja keuntungan dari ide yang kamu ungkapkan jika itu dijalankan. Keuntungan-keuntungan itu tentu harus yang menyentuh langsung pada anggota tim, pimpinan dan juga perusahaan. Dengan begitu mereka akan memberikan respon yang lebih positif pada idemu.

8 pastikan kamu bertanggung jawab

Jika idemu benar-benar diloloskan maka pastikan kamu akan menjadi orang yang sangat bertanggungjawab untuk apa yang terjadi nanti. Jangan sampai kamu lari jika nantinya ada masalah dengan pelaksanaan idemu, tunjukkan bahwa kamu memang berani dan menerima apapun yang terjadi dengan rasa tanggungjawab penuh.

9 jgn ingin slalu menang

Tak perlu harus memenangkan setiap kesempatan, sesekali saja sudah cukup karena setiap orang juga memiliki idealismenya masing-masing. Kamu harus tetap menjunjung tenggang rasa sebagai rasa yang paling tinggi dalam kehidupan kerjamu. Tak boleh hanya idealismu saja yang diwadahi, yang lainnya juga harus mendapat gilirannya.

10 tetep kreatif

Solusi terbaik untuk menjaga idealisme kit agar tetap bertahan di kerasnya dunia kerja adalah dengan tetap berpikir out of the box. Kreativitas akan membawa idealismu diterjemahkan menjadi ide-ide yang lebih mudah diterima tapi tetap keren dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Teruslah asah pikiranmu agar tetap kreatif.
Orang idelis selalu keras kepala dan untuk melunakkannya butuh hati-hati yang lembut agar kemudian bisa memenangkan hati orang lain. Kamu sudah siap Bela untuk menaklukkan idealismemu?
PENULIS ABDILLAH
 FB : https://www.facebook.com/profile.php?id=100001384860118&lst=100001384860118%3A100001384860118%3A1496237330&sk=followers&pnref=lhc

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar