ar rayah

shares |

Sedikit cerita ya...
Mungkin sama seperti Anda, dulunya Saya pun termasuk orang yang tidak tahu bahwa bendera hitam dan putih INI adalah Ar-Rayah & Al-Liwa. Rayah adalah Panji Rasulullah, sementara Liwa adalah benderanya.
Tadinya Saya pikir ini adalah bendera partai tertentu, sampai pada akhirnya Saya membaca sebuah hadits yang mengatakan:


"Panji (rayah) Rasulullah SAW berwarna hitam dan benderanya (liwa) berwarna putih. Tertulis padanya: Laa ilaaha illalLah Muhammad Rasulullah” (HR. Thabrani)
Dan konon, di hari akhir nanti, Allah SWT akan menyerahkan kepada Nabi Muhammad SAW liwaa’ al-hamd (panji kesyukuran), bendera seluruh penjuru alam. Allah SWT juga telah menetapkan bahwa Nabi Adam dan Nabi-nabi lainnya akan berjalan di bawah panji Rasul.

Rasulullah SAW bersabda:
“Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan bukannya sombong. Dan di tanganku bendera Al-Hamd dan bukannya sombong. Dan tidak ada seorang Nabi pun, tidak pula Adam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua di bawah benderaku, dan aku orang pertama yang keluar dari tanah/kubur dan bukannya sombong.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Karenanya...
Selaku Muslim yang taat, tentu kita semua berharap menjadi ummat Rasulullah yang mengikuti jejaknya. Betul?

Seperti halnya dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:
“Kami tidak mengutus seorang Rasul pun melainkan untuk ditaati seizin Allah.” (QS. An-Nisa: 64)
Juga dalam surat An-Nisa ayat 69 Allah berfirman:
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa: 69)
***
Back to topic...
Sehubungan banyaknya saudara Muslim dan non-muslim yang miskonsepsi atau salah paham tentang bendera INI, maka ada baiknya kita bantu infokan ke teman-teman kita lainnya. Yuk ah!
Saya tahu, mungkin Anda sudah tahu bahwa itu adalah #PanjiRasulullah.
Sayangnya, tidak semua orang di luar sana memiliki pengetahuan dan tsaqofah Islam seperti Anda. Ada orang-orang yang memang perlu kita infokan (dan dakwahkan), sebagai bukti kasih sayang kita ke sesama.

Tentu Anda akan marah besar dan sangat kesal ketika Ar-rayah dan Al-liwa ini dikira bendera partai tertentu, bendera ISIS, bahkan Teroris. Grrrr!! 😡
Kita jangan serta merta menyalahkan mereka. Karena bisa jadi, kesalahannya justru teletak pada kita. Kok bisa?
Bayangkan...
Selama Anda sekolah sampai sekarang, berapa jam Anda belajar ilmu agama dan mengkaji Islam?
Kalau cletukan teman Saya:
"Udah mata pelajaran agama cuma beberapa jam dalam sebulan, isi materinya gak fundamental dan komplit, eh guru/dosennya jarang masuk pula"
Saya sempat tertawa mendengar ungkapan sahabat tersebut, tapi ini menjadi PR besar kita semua. Juga tanggung jawab.

Kenapa?
Karena tugas berdakwah bukan hanya disematkan kepada Ustadz dan Para Ulama saja. Kita (sebagai Muslim) juga memiliki kewajiban untuk itu.
Allah SWT berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.. (An-Nahl : 125)
Ingat, Bisnis itu Pilihan. Dakwah itu Kewajiban.
Jadi, muslim cerdas kaya Anda tentu tahu kan apa yang harus dilakukan?

***
Sebagai muslim yang beriman dan bertakwa, tentu kita tidak bisa tinggal diam melihat opini "ngawur" soal raya dan liwa terus bertebaran.
Jangan sampai ada lagi yang menganggap itu bendera partai, ISIS, atau Teroris.
Karenanya...
Bukan tanpa alasan Allah menggerakkan mata Anda untuk membaca status Saya ini...
Bukan tanpa maksud Allah menggerakkan jempol Anda untuk terus scrolling ke bawah menyimak status ini...

Karena Allah sayang Anda.
Allah ingin Anda termasuk golongan yang menyerukan kebaikan.
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS : Ali Imran, 104)

Sehingga, karena alasan tersebut di atas...
Saya tidak perlu meminta Anda untuk men-SHARE status ini.
Saya juga tidak ingin memaksa Anda untuk mem-BAGIKAN postingan ini.
Saya pun tidak harus bersusah payah mempersuasi Anda untuk meng-INFOKAN tulisan ini ke teman-teman Anda.

Karena hati kecil dalam diri Anda, keimanan Anda pada Allah, dan kecintaan Anda pada Rasulullah
...sudah cukup menjadi alasan terkuat dan terbesar untuk SHARE tulisan ini ke sebanyak-banyaknya orang.
Semoga jadi pahala.
Semoga tercatat sebagai amal kebaikan.
#PanjiRasulullah
#BenderaUmatIslam

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar