Merasa Bosan dan Lelah Kerja? 5 Langkah Ini Akan Dongrak Motivasi Kerjamu!

shares |

Merasa malas untuk pergi bekerja? Atau bahkan bosan karena bidang pekerjaanmu tidak  sesuai dengan yang kamu inginkan? Berhati-hatilah, jika hal itu terjadi kepada dirimu. 

Menurut Galuh Setia Winahyu, M.Psi., Talent Solution Manager ECC UGM, rasa malas dan bosan adalah bentuk dari gejala-gejala yang menunjukkan turunnya motivasi kerja seseorang. Waduh, lalu harus bagaimana dong?
Galuh memaparkan, penting bagi seorang karyawan untuk menjaga motivasi kerjanya tetap tinggi karena hal itu akan memengaruhi performa kerja yang berujung pada dampak kenaikan jenjang karir dan acknowledgement
So, kalau kamu sekarang mulai merasakan gejala-gejala tersebut, jadilah bijak dengan mempraktikkan  tips di bawah ini sebagai langkah awalmu memperbaiki motivasi kerja!

1. Cari tahu penyebab turunnya motivasi
Seperti kata pepatah, “different illness need different treatment”, langkah paling awal untuk mendongrak motivasi kerjamu yang menurun adalah mencari tahu penyebab mengapa motivasimu turun sehingga kamu bisa mengetahui dengan cara apa motivasimu bisa terdongkrak lagi. 
Galuh mengungkapkan, sumber motivasi seseorang bisa berasal dari internal maupun eksternal. “Internal berasal dari dalam diri sendiri. Kamu punya cita-cita apa, punya goals apa, itu akan membuatmu lebih bersemangat. Kalau eksternal, misalnya compensation and benefit dari perusahaan, fasilitas kantor yang diberikan perusahaan untuk membuat karyawannya do more,” ungkap Galuh. Manakah penyebab yang menjadikan motivasimu turun?

2. Temukan alasan dan tujuanmu bekerja, sebanyak mungkin!
Anthony Robbin, seorang motivator, mengatakan bahwa apa yang membuat orang malas itu bukan keinginannya tetapi karena pikirannya tidak jelas. Untuk itulah sangat penting bagi seseorang untuk memunyai kejelasan tujuan.
Satu hal yang perlu ditekankan bagi seorang karyawan adalah jangan membatasi movitasi bekerja semata-mata hanya uang. Bekerjalah untuk beberapa tujuan seperti mengembangkan diri, belajar, berlatih profesional, membahagiakan keluarga, dan sebagainya. Semakin banyak tujuan, semakin seseorang memiliki keinginan untuk merealisasikan tujuan tersebut satu persatu. Jika satu tujuan terhambat, motivasi seseorang untuk bekerja tidak akan langsung turun karena mereka masih memiliki beberapa tujuan lain yang menjadi pemacu.

3. Sudah menetapkan tujuan bekerja sebanyak mungkin tetapi tetap tak termotivasi? Mungkin kamu lelah...
Merasakan ‘lelah’ dalam bekerja yang berujung kebosanan, pada umumnya adalah tanda seseorang butuh refreshing. Ibarat komputer, jika digunakan terus menerus akan hang sehingga kinerjanya tidak optimal. Manusia pun akan berefek sama jika ‘dipaksa’ bekerja. 
Kalau kamu merasakan hal ini, berhentilah sejenak dari pekerjaanmu. “Coba ambil libur, ambil cuti untuk refreshing dengan harapan sepulang cuti bisa segar lagi, terus bisa kerja optimal lagi,” saran Galuh. 
Seseorang yang bosan bekerja karena terlalu memaksakan diri akan merasakan bahwa pekerjaannya adalah paksaan. Untuk mengoptimalkan kinerja, penting bagi seseorang untuk bekerja dengan kemauan, bukan paksaan. Lepaskan diri dari paksaan yang tak kasat mata itu dengan refreshing.

4. Jika penyebabnya adalah faktor eksternal seperti tidak puasnya seseorang terhadapreward dari perusahaan, harus bagaimana?
Kamu sudah bekerja maksimal tetapi reward yang didapat jauh dari ekspektasi sehingga kamu merasa tidak dihargai? Mulailah dengan bersikap terbuka. Komunikasikan ketidakpuasan itu, baik kepada atasan maupun HRD. “Jika kamu bosan bekerja karena merasa tidak dihargai, sudah do more, sudah melampaui target perusahaan tetapi compensation-nya enggak memuaskan, cobalah komunikasikan itu ke atasan,” tutur Galuh. Keterbukaan baik dengan atasan ataupun HRD menolongmu untuk mencari jalan tengah atas permasalahan itu.

5. Bosan karena pekerjaan terasa monoton? 
Kebosanan salah satunya bisa datang karena job description tidak sesuai dengan passion yang dimiliki. “Seseorang yang suka challenge cenderung akan merasa cepat bosan ketika pekerjaannya monoton,” tambah Galuh. 
Jika alasan kebosananmu seperti itu, segeralah untuk mengomunikasikan kepada atasan ataupun HRD. “Minta pekerjaan atau tugas yang lebih menantang. Siapa tahu dengan begitu atasan akan tahu kalau dia lebih tepat jika diposisikan di tempat lain. Itu boleh lho,” terang Galuh. 
Biasanya, solusinya akan berakhir dengan adanya mutasi atau rotasi. Mutasi membuatmu merasakan variasi tempat kerja yang berpotensi mengurangi rasa bosan karena berada di tempat-tempat itu saja. Sementara rotasi membuatmu merasakan variasi tugas.

Jika tips di atas cukup menjawab kebutuhanmu, segeralah ‘bangun’, praktikkan dan perbaiki motivasi dirimu. Jagalah motivasi bekerjamu tetap tinggi karena motivasi merupakan kunci dalam berbagai prestasi!

Desti Fani Alaina 
Adm. Perkantoran 201

careernews.id

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar